satelit-satelit buatan indonesia

Satelit Buatan Indonesia :

1. Satelit Lapan-A1/Lapan-Tubsat
- Mengorbit pada 10 Januari 2007.
- Diluncurkan di India
- Satelit pertama buatan Indonesia. Diperkirakan berumur 10 tahun.
- Digarap oleh 18 engineering Indonesia di Berlin, Jerman dan dibimbing tim dari Technical University of Berlin (TU-Berlin)
- Bisa dikendalikan dari bawah.
- Fungsi : satelit pengamat bumi (earth observation), penguasaan teknologi, dan pengawasan (surveillance).
- Rekaman kinerja : memantau pembangunan jembatan Suramadu, memantau perkembangan gunung Merapi, gunung Bromo, dan gunung Cisadane. Memotret kota-kota besar dan bandara-bandara dari angkasa.

2. Satelit Lapan-A2/Lapan-Orari
- Rencananya diorbitkan 2 bulan lagi.
- Dibikin di Indonesia oleh ahli-ahli Indonesia
- Diluncurkan di India bekerjasama dengan lembaga antariksa India (ISRO), karena Indonesia belum memiliki roket peluncur satelit.
- Misi:
a. Mendukung penanggulangan bencana
b. Kamera digital yang terpasang bisa diarahkan memotret bulan dan lingkungan antariksa
c. Pemantauan lalu lintas pelayaran dan navigasi kapal melalui data AIS (Automatic Identification System)
d. Pengamatan (surveillance) bumi dengan kamera video PAL cakupan 80 km.


3. Satelit Lapan-A3/Lapan-IPB
- Rencana diorbitkan 2013.
- Kemungkinan besar masih diluncurkan di India.
- Buatan ahli-ahli Indonesia
- Misi:
a. Perbaikan kualitas mitigasi bencana dari satelit Lapan-A2
b. Memberikan data satelit resolusi menengah 17 meter multispectral 3 band pada daerah yang terkena bencana.
c. Menjadi alat komunikasi orari yang lebih luas, dan menggantikan potensi kerusakan telekomunikasi seluler karena terjangan bencana.

4. Satelit Lapan-B1
- Rencana diorbitkan pada 2015
- Dirancang untuk mendukung program pertanian dan ketahanan pangan.
- Mampu memprediksi musim produksi tanaman padi, pertumbuhan sawah, irigasi, pertumbuhan wilayah perkebunan, serta memantau kenaikan dan penurunan air waduk.


5. Satelit Tele-Education Satellite
- Belum jelas rencana pengorbitannya.
- Digunakan untuk mendukung pembelajaran jarak jauh
- Penggabungan pendidikan berkualitas dari perkotaan ke pedesaan.
- Termasuk penyaluran data-data terkait kesehatan, kebersihan, dari kota ke desa.

Sumber: Lapan